BREAKFAST di TOAST BOX SINGAPORE

posted in: Food | 30

Lagi berencana jalan ke Singapura ? Ingin menghabiskan waktu di Singapura saat liburan tahun baru imlek ? Saya punya rencana jalan – jalan nikmat yang bisa kalian kunjungi tempatnya. Rencana ini, bukan jalan – jalan di suatu tempat lokasi wisata atau tempat antimainstream pada umumnya. Tempat ini adalah untuk menikmati perut kalian. Apalagi kalau bukan tempat kuliner. Sangat rekomendasi sekali tempat ini jika kalian ingin mengajak orang tua untuk menikmati hidangan disini.

Nama tempat ini adalah Toast and box. Toast and box ini, ternyata masih satu grup dengan Breadtalk. Pemilik dari toast and box ini sendiri, adalah istri dari pemilik Breadtalk (George Quek) yaitu Katherine Quek. Saya baru ngeh, kalau ternyata Toast and box ini, bisnisnya bermula dari food republic wisma atria. Ide ini kemudian dikembangkan oleh Nyonya Katherine Quek atas dasar gaya tradisional kopitiam (sarapan dan kopi). Konsep yang dimulai dari mempertontonkan dapur pembuatan, ternyata mampu menarik jumlah pengunjung untuk mencoba dan menikmati rasa.

Ya, memang tidak diragukan lagi tempat toast and box di Singapore ini. Setiap saya melewati gerainya, entah pagi maupun siang, selalu penuh.

Di hari ketiga di Singapore, akhirnya saya mendatangi toast and box di daerah Bugis Junction. Sebenarnya ini diluar jadwal kita. Tapi, karena setiap kali melewati toko toast and box selalu ramai, mau nggak mau harus disamperin juga, bukan cuma melirik.

Awal saya dan Wisnu sampai di antrian belakang, kita berbisik – bisik diskusi untuk memesan menu apa saja yang harus kita ambil, sambil melihat papan menu yang tertera di tembok belakang atas kasir.

“Ehmm… I want traditional kaya toast”

“How many ?”

“Two”

Dan kemudian, saya sama Wisnu ngeblank karena mbak kasir ini, ngomong bahasa inggrisnya itu campuran logat cina dan inggris. Alhasil, kita disuruh geser karena antrian sudah panjang. Karena kita bingung, mau tanya ke pegawainya juga nggak bisa (pegawainya super duper sibuk banget kerja semua), akhirnya kita putuskan untuk duduk dengan membawa nampan kosong. LOL. Tapi, tiba – tiba mbak kasirnya manggil kita. “Excuseme sir, please dont sit. Wait for your order. We don’t serve”. Saya sama Wisnu cuma mangguk – mangguk aja. Wisnu nyuruh saya cari tempat duduk, biar dia yang bawa pesanannya dalam satu nampan.

Saya tingak tinguk cari tempat duduk kosong. Ketemu sama tempat duduk kosong, ternyata ada handphone yang ketinggalan diatas meja. Saya kira itu meja udah ditempati sama orang, ternyata, ada orang yang pindah meja tapi handphonenya lupa di bawa. Oh, god! Untung ketemunya sama saya, handphonenya saya serahin, coba kalau sama orang yang punya niat jahat. Bisa raib itu.

Wisnu jalan kearah meja saya dan… voila! Toast and box siap disantap. Sebelumnya, foto dulu.

Menu andalan disini Kopi TarikPeanut Thick Toast dan Traditional Kaya Toast. First impression saya waktu ngelihat semua tersaji diatas meja, langsung ngelihat ke telurnya. Ternyata telurnya begitu dipecah, setengah matang. Makanya ada mangkuk telurnya. Untuk rasa saus kacang oles di toastnya nendang banget menurut saya. Aroma toast panggangnya kerasa harum banget. Tekstur yang empuk dan krispi nggak salah lagi. Teh tarik yang disajikan juga nggak terlalu manis atau terlalu tawar. Average kalau saya rasakan.

Oh, iya. Kalian bisa menemukan Toast and box di setiap sudut Singapore. Karena ini tempat favorit bagi penduduk Singapore untuk sarapan.

Terakhir, ini tempat sangat rekomen banget buat dikunjungi. Untuk harga yang dipatok Sing$ 4.20 setiap satu porsi. Harga normal untuk ukuran makanan di Singapore. Skore untuk sarapan di toast and box singapore ini adalah 4/5

 

Baca juga : 10 Cara ke luar negeri

30 Responses

  1. mudrikahsiti

    Bner ya kalo mau tau recomended enggaknya suatu tempat makan, bisa dilihat dr penuh enggaknya pengunjung. Wah jei penasaran sm toastnya.

  2. Medina

    Toask memang sarapan yang paling bagus bagi I yg I selalu nikmat dengan sepenuhnya apabila duduk di hotel yang membekalkan free breakfast.

Leave a Reply