Mengejar 5.000 lampion di pasar gede solo

posted in: Traveling | 21

Mengejar 5.000 lampion di pasar gede solo

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Yap! Ngomongin soal lampion, pasti selalu identik dengan tahun baru imlek atau chinese new year. Nggak salah lagi, kalau mendekati tahun baru imlek, di kota Solo selalu mempunyai agenda rutin tiap tahunnya. Agenda itu adalah adanya dekorasi  dengan nuansa lampu lampion.

Tempat yang cocok untuk di dekorasi dengan lampu lampion  adalah di :

  • Jalan Jendral Urip Sumoharjo

  • Jalan Suryopranoto, Jalan RE. Martadinata

  • Jalan Jendral Sudirman

  • Sepanjang area kali pepe (Sungai pepe).

Singkatnya adalah di kawasan sekitar lokasi Pasar Gede Solo hingga kawasan bundaran Gladak.

Lokasi Pasar Gede Solo yang dipilih untuk pemasangan lampu lampion ini karena dulunya termasuk kawasan dengan jumlah penduduk warga Tionghoa terbanyak. Sampai sekarang, kawasan Pasar Gede Solo masih dikenal dengan kawasan pecinan. Menarik bukan ? Di kawasan inipulah, tumbuh bersama warga Jawa dan Cina yang dapat membaur dengan baik.

Seperti nenek saya misalnya. Nenek saya dulunya adalah pedagang kain dan batik di lantai dua kawasan Pasar Gede Solo. Saya sewaktu masih kecil sering sekali mampir ke kios nenek. Tetangga kios nenek bermacam – macam. Mulai dari etnis jawa dan etnis cina. Saya sering sekali bertegur sapa dengan semua pemilik kios. Nggak ada saling membedakan antara satu etnis dengan etnis yang lainnya.

Sewaktu saya ikut nenek saya untuk melakukan ibadah sholat, beberapa teman nenek yang tidak beribadah, dengan senang hati menjagakan kios milik nenek saya. Kebanyakan, warga di kios sekitar nenek, saling menghormati antara pemilik kios yang satu dengan yang lainnya. Bahkan, sering banget saya diberi makanan karena akrab dengan mereka. Nggak ada yang namanya membeda – bedakan antara kaum satu dengan yang lainnya. Pokoknya hidup rukun saling berdampingan.

Oh, iya. Lampu lampion yang dipasang di sekitaran Pasar Gede hingga bundaran gladak, berjumlah 5.000. Banyak sekali bukan ? selain menjadi daya tarik wisatawan untuk berselfie ria di kawasan lampu lampion, ternyata di Jalan Jendral Sudirman juga diletakan lampu neon box bersimbol shio – shio dalam tahun cina.

Jangan heran kalau kamu melintasi kawasan di sekitar Pasar Gede Solo, akan melihat hamparan lampu lampion berwarna merah yang menyala pada waktu malam hari. Sedetik kemudian, kamu akan segera mengaktifkan fitur kamera pada ponsel kamu. Selebihnya, kamu akan ikut menepikan kendaraan, karena melihat antusias para warga yang tengah berselfie ria di sepanjang lampu lampion merah menyala.

Para warga yang berselfie, umumnya akan membuat kemacetan lalu lintas kendaraan yang melaju. Efeknya, akan ada pengalihan arus jalan sampai pukul 00.00. Siapa lagi yang tidak terpesona dengan kecantikan hamparan ribuan lampu lampion yang merah menyala. Belum lagi, beberapa dekor lampu hiasan lainnya yang di pasang mampu menambah semaraknya lampu lampion.

Rata – rata pengunjung disini tidak mengenal umur. Baik anak – anak, remaja hingga orang tua datang bersama teman – teman atau keluarganya. Mereka mengambil foto dengan ponsel atau kamera lensa. Biar kekinian, katanya.

Biasanya, pemasangan lampu lampion ini berkisar selama satu bulan. Untuk tahun ini, saya kurang tahu berapa lama akan dipasang. Kabarnya, akan diperlama. Selain dekorasi yang ditampilkan menarik, tema dekorasi lampu lampion ini, tiap tahunnya selalu berganti. Ini menjadi salah satu daya tarik bagi para wisatawan tersendiri untuk berwisata di kota Solo.

Sebenarnya, mengejar 5000 lampion di pasar gede solo itu bikin capek. Kok bisa ? lampionnya kan diam, nggak bergerak sama sekali. kenapa bisa mengejar ?

Yang bikin mengejar 5000 lampion itu karena kita pas mau ikutan selfie benar – benar bikin capek, soalnya harus berebutan antar satu pengunjung dengan pengunjung yang lain untuk mendapatkan posisi yang pas untuk berfoto dengan lampion. Belum lagi kalau photo boom karena banyak warga yang berfoto juga.

Tapi, walaupun mengejar 5000 lampion itu bikin capek, banyak senengnya kok. Apalagi kalau datangnya rame – rame sama temen.

Jadi, kalian tertarik bukan ?

Yukk, agendakan mengunjungi lampu lampion tiap mendekati tahun baru imlek di kota Solo.

21 Responses

  1. Tuty Queen

    aku juga kalau liat lampion bawaannya pengin foto-foto biar kayak lagi di China siapa tau suatu saat beneran bisa ke China yaa 🙂

  2. Glentina Pasaribu

    Saya pernah dengar nih tentang lampion di pasar Gede Solo.
    Walaupun belum pernah liat langsung.
    Woww.. sampe 5 ribu, banyak banget ya mba.
    Semoga next bisa liat langsung.

  3. Noe

    Hehe, kena photo boom emg nyebelin sih yaa, jd klo kau foto di tmp rame gitu ya kdu sabar emang. Btw, toleransi antar etnis, suku atau perbedaan lainnya sebenarnya masih kental kok di Indonesia, cuma yg banyak diblowup ke sosmed justru berita2 yg negatifnya.

  4. Dara

    Wah jadi kangen sama Solo. Aku baru sekali ke Solo, itupun cuma nginep semalem karna lanjut ke Jogja. Mudah-mudahan Imlek tahun depan bisa liat lampionnya di sana 😀

  5. Dzulkhulaifah

    Saya belum pernah loh ke festival lampion begini. Kayaknya asyik juga ya foto-foto di situ. Tapi kalau rame banget pasti rempong antara mau foto tapi maunya yang sepi hahaha.

  6. Okti Li

    Waaah… Suasananya meriah sekali ya.
    Warna merah identik dengan keceriaan dan bahagia sih ya. Senangnya ada kesempatan ini.

    Xin nien khuai le 🙂

  7. Nurul Sufitri

    Waooo asyik bener ya bisa dapet foto kece juga akhirnya bersama 5000 lampion cantik ini 😀 Ambil momennya pasti susah nih. Kapan lagi ya bakalan ada di Solo?

Leave a Reply