SUKA DUKA SEORANG PERSONAL BLOGGER JAMAN SEKARANG

posted in: BLOGGING, Uncategorized | 73

Sebenernya personal blogger itu apasih ? Personal blogger adalah orang yang menulis tentang kehidupan kesehariannya. Baik itu secara sukarela atau bahkan berbayar. Saya jelaskan dulu. Karena, diluar sana masih banyak teman – teman dan orang di sekitar saya yang belum paham seorang personal blogger itu.

Semenjak saya menikah dan memutuskan untuk resign dari dunia perbankan (dimana gajinya saat itu sangat banyak untuk berfoya – foya, hehe) Saya sering banget ngebaca blog temen – temen saya yang menjadikan blog itu adalah ladang pekerjaan amal mereka.

Bentar, kita kan lagi ngomongin pekerjaan blogger, bukan pekerjaan amal. Apa hubungannya coba ? Yap! Sini saya beritahu. Sebagai seorang blogger itu ibarat seorang dosen. Kok bisa ? Ya.. karena kita menulis di blog dengan sukarela dan “membagikan ilmu” tentang tulisan kita. Entah kita dibayar atau tidak, menulis untuk blog itu menurut saya berbagi ilmu. Yang awalnya orang tidak tahu tentang produk A jadi tahu manfaat, fungsi, kegunaan dan bla bla bla yang di tulis seorang blogger tentang produk A.

Saya mulai ngeblog itu sewaktu masih kuliah semester dua di tahun 2009. Niat ngeblog dulu karena ngelihat Diana Rikasari, Sonia Erika sama Clara Devi gemar memposting tulisan – tulisan sederhana tapi menampilkan tentang hal fashion. Pokoknya cinta banget sama mereka. Panutanku banget.

Sampai akhirnya saya juga membuat blog tentang fashion. Menggunakan platform blogspot. Sampai tahun 2015, karena diselingi kuliah – ngelab – magang – kunjungan industri – skripsi dan kerja, akhirnya blog fashion saya mati. Penyebabnya sederhana banget. Saya nggak punya akun Gmail. Wow! Padahal sebelumnya uda ada warning harus ganti gmail. Tapi saya sering masa-bodoh dan masih login dengan akun yahoo. So bad. Jadi nyesel sendiri. Kan lumayan tuh saya sudah posting banyak artikel dari tahun 2009 sampai 2015. Hiks.

Masih sambil diiringi kerja, saya buat akun blogspot yang baru lagi dengan pembuatan akun gmail. Karena di dunia kerja akun e-mail emang butuh banget.

Nah, di blog yang baru ini, saya lebih sering ngisi blog pakai curhatan emosional banget tentang perjalanan waktu saya menjomblo! Haha. Wadah curcol banget. Kapan – kapan saya ceritakan pengalaman ketemu partner saya deh!

Setelah menikah dan pindah ke Jakarta (dulu kosnya masih di daerah Jakarta) browsing – browsinglah saya mengenai komunitas blogger. Soalnya pas waktu di Solo saya ikut komunitasnya. Pasti di Jakarta lebih banyak dong ya, komunitasnya. Akhirnya nemu juga komunitasnya. Satu persatu saya ikuti. Nggak berhenti di situ, saya sering ikutan workshop macem – macem tentang olahan produk IT. Maklum, bukan anak IT soalnya. Ke gramedia, yang saya tuju pertama kali buku tentang IT.

Alhasil, saya dapat job pertama kali di akhir tahun kemarin lewat e-mail. Nominal yang saya dapat juga belum besar. Di job pertama kali, disuruh menulis (pastinya) upload post Instagram dan live tweet. Nah, disini nih, saya missing buat live tweet. Karena saya newbie dan parahnya nggak tanya ke temen sebelah saya waktu acara, akhirnya saya Live video dan di share ke twitter. Duuoonkkk!! Salah kaprah dong, yaaa ? Yap! Saya deg – deg an kalau nggak akan di ikutkan lagi di next job berikutnya. Entahlah. Sampai sekarang masih menjadi misteri. Tapi semenjak itu, kayaknya saya nggak pernah dikabarin lagi buat ikutan job. Muahaha. Feeling saya sendiri, sih. Yauda, rejeki nggak akan kemana kok. Trust Allah don’t a human. Thats right ?

Sepele yaa kalau dilihat kejadian saya buat dapet job. Tapi efek kedepannya besar. Mulai sekarang, saya perlu berhati – hati banget soal job ini. Nggak boleh missing apapun. Sayang banget kalau udah di kasih kepercayaan, tapi kitanya sendiri nggak kasih kepercayaan.

Jadi, menurut saya, pekerjaan seorang personal blogger itu sungguh berat banget. Berat kalau cuma dibayangin dan gak ada action sama sekali. Seperti yang saya alami ini :

 

personal-blogger

pexels

Suka duka personal blogger

  1. Pinter bagi waktu

Bagi seorang personal blogger itu, yang paling utama adalah pintar membagi waktu. Kenapa harus ? Ya, kalau nggak bisa bagi waktu, postingan kita pasti akan kececeran dimana – mana dan nggak fokus buat tema blog kita. Yakin, deh! Memang harus rutin membuat agenda jadwal sendiri untuk menuliskan sesuatu di blog kita kalau kita memang personal blogger. Jangan sampai menunggu kita di bayar dulu, baru menulis.

  1. Belajar Coding

Ini nggak wajib harus bisa sebenernya. Cuma kalau kita paham kode – kode yang bagi orang awam simbol <html.reff=// atau yang lainnya nggak tahu, kita bakalan tahu. Meskipun nggak menyeluruh. Yang simpel – simpel saja sebenernya. Biar blog kita kelihatan rapi dan nggak berantakan. Kalau pengunjung suka dengan pandangan pertama tentang blog kita, pasti bakalan betah dengan blog kita. Apalagi kalau tulisannya itu bermanfaat banget. Sesama blogger pasti mau banget ninggalin komen ke blog kita.

  1. Belajar Menulis

Kalau ini buat yang nggak terbiasa mengolah kata. Tapi, tenang. Di jaman sekarang, banyak sekali workshop atau ototidak kita belajar sendiri tentang mengolah kata dalam tulisan. Biar lebih gregeett katanya. Semakin tulisan kita enak dibaca, semakin banyak saja orang – orang yang betah mampir dan bookmark blog kita. Ini kekuatan paling penting bagi seorang personal blogger. Ibarat KTP nya seorang personal blogger.

  1. Sering Jalan – jalan

Kenapa mesti ? Butuh biaya banyak dong ? Ahh, nggak harus jalan – jalan itu jauh. Deket – deket saja juga boleh kok. Di taman, museum, mall atau tempat lain yang nyaman buat kalian. Biar dapet ide kalau kita jalan – jalan keluar rumah. Sambil jemput anak juga kita pasti bakal dapet ide, meskipun nggak jelas idenya, setidaknya ada gambaran yang terlintas.

  1. Rela Investasi uang

Ini paling berat banget sebenernya. Beberapa personal blogger yang memang menginginkan pekerjaan yang nggak tanggung – tanggung, pasti rela kok ngeluarin krocek uang sedikit lebih banyak untuk membeli domain atau self hosting. Bagi klien yang ingin bekerja sama dengan seorang personal blogger, pastinya akan memilih personal blogger yang memiliki domain berbayar. Terkesan kita serius menekuni dunia perblogingan dan terpercaya.

  1. Belajar Fotografi

Penting nggak penting sih ini sebenernya. Meskipun kita nggak bisa menampilkan banyak sekali foto pribadi, kita bisa menggunakan foto gratis yang telah disediakan oleh beberapa platform yang bisa kita gunakan dengan bebas. Tapi, beberapa orang ada yang lebih senang mendalami fotografi. Katanya biar pengunjung mampu memvisualkan apa yang diceritakan oleh personal blogger.

  1. Menjalin komunikasi

Ini alternative paling terakhir. Soalnya, belum tentu semua orang bisa menjalin komunikasi dengan baik. Karena, kebanyakan seorang personal blogger itu katanya “orang introvert”. Jadi, menjalin komunikasinya seorang personal blogger dengan cara lewat komunitas. Supaya ada yang menjembatani komunikasinya. Entah untuk berbagi ilmu, bertukar pendapat bahkan saling  berbagi job. Kita bisa dengan mudah menjalin komunikasi melalui platform sosial media yang sekrang sudah banyak terkoneksinya. Jadi, makin mudah saja untuk berkomunikasi, bukan ? nggak ada alasan lagi.

Itu menurut saya pekerjaan seorang personal blogger yang memang harus dijalani. Banyak kan ternyata ? nggak seperti kata orang – orang yang katanya seorang personal blogger itu enak. Kerjanya cuma hahahihi. Hmm.. memang ada betulnya. Tapi, kebanyakan nggaknya. Karena kita dituntut untuk selalu belajar dan belajar. Apalagi kalau tulisan kita terpaku pada urutan Google atau sistem Google berubah. Bisa makin nggak bisa tidur buat belajar J

Kalau menurut kalian, bagaimana ?

 

Baca juga : 10 cara ke luar negeri

73 Responses

  1. Kemana-lagi

    Aku ngeblog cuma buat hoby ketika gagal menjadi YouTuber. Hehehe
    . aku baru mba di dunia blogging, nekat beli domain dan hosting padahal ilmu saya belum seberapa.

    Intinya belajar belajar belajar..
    Ngeblog jg kalo lagi mood heee kadang lupa ngeblog/BW berubah jadi gamers hahaha

    • Lya Amalia

      hehehe. sama sih sebenernya. kalo lagi bosan yaa ngegame. tapi, tetep harus belajar dan belajar buat ngeblog itu 🙂

  2. Reisha

    Wah baru pertama kali denger ada yang mengibaratkan blogger sebagai dosen. Bener juga ya. Saya dulu pernah pengen jadi dosen, tapi sekarang ga lagi, malah mencoba lebih serius blogging, jadi anggap sama aja lah ya, haha.

    Btw saya salut sama blogger tanpa latar belakang IT mau belajar coding, hehe. Soalnya kalau ngerti HTML dan CSS emang lebih enak buat customize theme blog.

    • Lya Amalia

      iyaa, kalau udah paham html sama css itu paling enak banget. wah, ada mantan dosen disini ternyata. padahal, saya dulu pernah punya cita2 jadi dosen. tapi sekarang kayaknya masih minder buat ngajarin anak mahasiswa. jiper sama mahasiswa sekarang yang lebih kritis

  3. Enny-dudukpalingdepan

    emang banyak banget manfaat menjadi blogger, mba. Salah satunya kita bebas menunagkan ide, unek-unek dan kreatifitas kita. Beda banget kan kalau kita kerja di kantoran sudah ada aturan bakunya. Salam kenal mba Lia ^^

    • Lya Amalia

      hihihi, iya betul banget. kalo jadi blogger mau kerja di manapun asalkan ada alat buat menulis (entah itu hp, laptop, buku&alat tulis) bisa jadi deh mahakarya *ceileh

  4. Blog Sabda

    saya mulai hobi sejak 2009 juga mbak, waktu itu saya sma kelas 2, dikasih tugas sama guru IT, terus berlanjut sampai akhir tahun lalu. blog saya personal, dan hingga akhirnya saya kehilanagan jati diri terhadap blog saya. gado2 dan ga tentu arah, akhirnya belog personal itu saya bikin mode private.

    lalu saya bikin blog baru, niche nya finance and occupation, yah blog yg ini lebih yerarah dan saya konsisten sejauh ini, semoga seterusnya segitu.

    pengalaman 7 tahuanan ngblog membuat saya ga kesulitan mengembangkan blog yg baru, skill nulis udah terlatih, editing tempalte css html udah bisa, ga fotographi sih tapi editing photo udah bisa, teknik promote udah bisa, relaso blogger udah banyak, pokoknya manfaat blogging itu buanyaaaakk banget deh.

    seperti yg mbak bilang berbagi dan jadi ladang amal,

  5. Vitri Juniati

    Saya kenal blog pertama kali zaman SMP tahun 2007/2008 isinya cuma copy paste lirik lagu haha. Lanjut sampai SMA isinya curhatan. Nah pas SMA itu mulai gabung komunitas blogger anak muda, meski ga dpt job tapi bisa banyak belajar, dulu ga tau sih malah bisa dapat job dari ngeblog. Nah, sekarang sejak gabung komunitas lokal jadi banyak dapat pengalaman dan ketemu teman-teman baru (plus bonus dapat job tentu saja haha)

  6. imeldasutarno

    Blogku lebih banyak cerita receh keseharian. Tapi to be honest, akupun malah lebih semangat bacain blog orang yang ceritanya ttg keseharian. Rada mumet baca review, event, postpaid dll hehe.
    Sampai detik inipun blogku masih gratisan dan receh abis mbak. Dan akupun gak paham belajar soal adsense, Pageviews dll dll hihihi…gaptek beraaaat.
    Salam kenal ya mba Lya

    • Lya Amalia

      halo, salam kenal juga kak 🙂 iyaa.. lebih enak baca blog yang bukan berbayar atau event. karena lebih tulus kesannya 🙂

  7. Bunda Erysha

    Waw udah lama banget ya Mba ngeblognya n emang sayang ketika blog itu tiba2 mati seketika. Kyaknya klo msh ada DA nya tinggi itu. Tapi, nggak apa2 ya Mba kita jadi dapet pelajaran baru. Blog saya juga personal. Semamgat kita Mba. Klo ngomongin soal blog saya paling horor ama yg namanya coding hahaha

  8. Imas Indra

    Pernah satu temen tanya alamat blog dan kujawab. Ketika dia buka, aku ngerasa dia ketawa kecil dan baca-baca sambil meremehkan gitu. Mungkin bagi dia tulisanku terlalu trivial ya…atau topiknya kebanting banget dibanding masa-masa kuliah, jaman tulisan serius dan akademis banget. Itu satu momen yang sulit kuhapus dari memori. Haha. Jadi agak sungkan ketika ditanyain alamat blog. Tapi untungnya, ada juga temen-temen yang support.
    Btw, salam kenal ya Mbak Lya. Semoga konsisten ngeblognya 😀

  9. lendyagasshi

    Salam kenal, mba…
    Waah….melihat sejarah mba Lia nulis blog, saya jadi terpesona ((kaya lagu yaa…?? hihii))

    Bener, mbaa…
    Kadang jadi mager, gak mau nulis lagi dengan alesan-alesan absurd.
    Misal : kok ga ada yang mampir ke blogpost aku siih…kan judulnya uda clickbait banget niih…hahha…

    • Lya Amalia

      paling sedih emang kalo gak ada yang mampir ke blog kita mbak. berasa kayak “apa isinya gak berbobot yaa” hihihi

  10. April Hamsa

    Hehehe jadi keinget event pertamaku jg mbak. Waktu itu ada live tweet dilombakan, tapi saya gak tau kalau ngetwitnya sebanyak mungkin. Jd saya cuma bikin satu status wkwkwk.
    Btw saya dulu jg mulai ngeblog dengan isinya curhatan galau semua 😀

  11. Aswinda Utari

    Waduh itu sayang banget blog yang satunya begitu cm gr2 g ad akun gmail. Kalau sy begitu pasti udah gulang guling dikasur seharian. Hiks. Tetap semangat ngeblog ya mba. Dibikin enjoy aja walau personal blogger. Krn tiap penulis pasti akan menemukan pembacanya sendiri. Salam kenal hangat dariku. 🙂

  12. Delvionna

    Toss mbak, aku juga personal bloger, yang nuntut ilmu dari bloger yang udah sepuh sama si mbah gugel, dari 4 tahun lalu belajar ngeblog baru tahun ini yang konsisten. kalo sebelum sebelumnya lebih suka ganti2 template skarang lebih ke nulis lagi hehehe prosesnya susah tapi menyenangkan

  13. Okti Li

    Kalau menulis niatnya buat berbagi atau ibadah, insyaallah ga akan berat. Job dan penghasilan itu mah bonus yang akan mengikuti. Kalau kualitas tulisan bagus penghasilan akan datang dengan sendirinya

    Saat ini blogwalking emang jadi kebutuhan, soalnya DA PA naiknya dari sana. Ikut list bw bisa jadi alternatif buat nambah jejaring sekaligus nambah wawasan. Btw ditunggu bw nya juga ya (hahaha)

    oya, jadi penasaran DA nya berapa?

  14. Lia Lathifa

    hai mbak salam kenal, bagus banget uraiannya. Ternyata untuk menjadi blogger gak boleh tanggung-tanggung ya, harus maksimal 🙂

  15. Nova DW

    Jadi seorang personal blogger memang harus mau upgrade diri dan tidak berhenti untuk terus belajar ya mbak. Terima kasih sharing yang sangat bermanfaat ini ^^

  16. Muna Hidayat

    Hi, Mbak Lia.
    Terima kasih sudah menyemangati blogger newbie ecek-ecek macem saya 😁
    Kasus saya sama persis dengan Mbak, mulai ngeblog setelah resign untuk ngurus Bayi No.2
    sekadar sebagai ‘tempat liburan’ dari ganti popok & suapin anak.
    Menurut Mbak, recommended kah beli hosting dan domain untuk blogger macam saya? Jawaban yang bersumber dari pengalaman itu pastinya lebih bermakna 😊
    Thanks in advance.

    • Lya Amalia

      halo mbak muna, salam kenal 🙂 kalo menurut aku disesuain dulu sama kondisi finansial. Tiap individu kan beda2 🙂 tapi, kalau menurut saya, beli hosting dan domain itu nggak sia – sia kok. sama kayak kita usaha toko warung kelontong. setaun pasti belum “balik modal”. harus belajar caranya melayani pembeli, gimana ngadepin orang yang ngutang, harus promosiin toko kita. Macem2. Tergantung kita. Nah, kalau kita rela buat investasi beli domain dan hosting, berarti kita juga rela buat buka usaha. 🙂 Semua sebenernya balik lagi ke diri kita sendiri mbak. Soal Niat. hihihi, Semoga jawabannya membantu.

  17. Diaz Bela

    Salam kenal, Mba…
    Dulu waktu meyakinkan diri resign dari pekerjaan untuk jadi fulltime blogger prosesnya gimana mba? ^^

    • Lya Amalia

      berat mbak. Apalagi kalau udah kesenengen sama kerja, tiba2 nggak kerja itu berat banget rasanya. hihi. Solusinya sih cuma jangan sering2 buka sosmed aja, ntar baper liat apdetan temen2 yg pada kerja >,< hihihi. Selebihnya ? Cari pengganti kerjaan kita dari hobi. Lebih enjoy jalananinnya

  18. Wian

    Klo aku awalnya, jujur, krn ikut ikutan. Hahaha.. suka gitu emang aku orangnya. Irian. Wkwkwkw

    Lama-lama jafi hobby karena berasa nulis diary. Awalnya mah asli bener2 curhat gak jelas yang gak guna banget buat orang lain. Tapi semenjak gabung bbrp komunitas blogger, mata aku terbuka.

    Dan skrg berusaha utk terus konsisten nulis meski masih gado-gado. Dan skrg lg galau tingkat tinggi utuk resign dan fokus ngeblog.

    • Lya Amalia

      betul banget mbak. konsisten emang kunci utamanya buat ngeblog. Gado – gado nggak papa kok. Kan malah banyak tema 🙂 banyak manfaat. hihihi

  19. Dewi Ratih Purnama

    Aku ngeblog karna pengen dokumentasiin keseharian, lama2 diseriusin dan emang berasa juga beratnya karna abis posting kudu bla3x…. sekarang mulai males nyiapin foto.. kudu cekrak cekrek, transfer, resize dst. Haha berat memang jadi blogger x)

  20. Miftha kaje

    Awalnya, aku ngeblog karena untuk pelampiasan mbak. Dulu aku merantau dan belum nemu teman yang bener2 sreg. Karena masih merasa asing, so aku jadi pendiam. Akhirnya bikin blog untuk meluapkan kecerewetanku. Hehe.

  21. Strategi Online

    Cocok banget sama mba Lia, bahwa menulis di blog itu sebagian dari amal. Bahkan amal tersebut akan terus membuahkan pahala, selama masih bisa diambil manfaat oleh para pembaca. Selama ini andalan Orang Indonesia (khususnya), ketika mendapat kesulitan dalam suatu hal,,,biasanya pergi ke Google.

    Siapa yang ada dibalik kesuksesan Google???
    Salah satu diantaranya yaitu para Bogger, walaupun Blogger jarang nampak namanya di permukaan.

  22. Dhamala Shobita

    Wah, ini mewakili curahan hati banyak orang juga ya, Mbak. Saya baru mulai ‘menati’ untuk aktif di blog setelah sebelumnya banyak mengisi blog saya dengan karya-karya fiksi. Saya banyak belajar juga dari komunitas dan blogger-blogger pendahulu yang sudah tenar malang melintang di dunia blogging. Hehe.
    Salam kenal, Mbak.

    • Lya Amalia

      halo dhamala, salam kenal juga 🙂 ahh karya fiksi itu emang terbaik loh, saya bikin aja gak bisa. cuma bisa jadi penikmat >,<

  23. Ahmed Tsar

    Poin penting di Jalin Komunikasi bersama komunitas, stuju banget . saat ini saya lago di fase “memjauh” dari komunitas-komunitas blogger dan hasilnya memang perlu banget berkomunitas. Mudah-mudahan saya bisa lagi gabung ke komunitas-komunitas Blogger

  24. Yuniari Nukti

    Jaman 2009-2010 suka banget blogwalking. Tulisan blogger masih banyak yang personal, yang murni curhat, yang.. pokoknya suka baca-bacanya. Sekarang juga masih suka blogwalking tapi jarang menemukan tulisan curhat, banyak eventnya hehe.. Maklum karena blogger sekarang dikit banyak terlibat dalam pemasaran suatu perusahaan

  25. Herva Yulyanti

    salam kenal mba Lya 🙂

    iya juga yah beramal karena kita bagikan apa yang sudah kita alami ke orang lain sehingga ada 2 kemungkinan orang lain bisa mengikuti apa yang sudah kita lakukan atau tidak mengikuti cukup kita yang alami 🙂

    semoga kita terus konsisten menulis

  26. Nadia K. Putri

    Poin-poin tadi masih tanpa henti dipelajari dan dikerjakan. Bingung juga sih gimana cara berhentinya. Capek sih, bahkan ga sadar kalo udah capek. Tapi asyik. Gimana ya mbak? Hehehe.

  27. miyosi

    Setuju sama poin2nyaa, Mbaa. Terutama yg belajar coding wkkk

    Awal ngeblog 2009 di wordpress dan blogdetik. Isinya campur2. Sempet vakumm karena fokus ke yg lain. 2018 ini penginnya aktif lagii. Semoga bisaa. Hehehe

  28. Himawan Sant

    7 hal dari artikel kakak menurutku betul banget.
    Semua itu harus dipelajari dengan baik.
    Ada rasa bahagia tersendiri jika artikel ,informasi dan foto yang kita buat direspon baik oleh pembaca.

    Mengenai kesan seorang penulis blogger itu introvert,itu pernah aku alami.
    Ceritanya saat aku dan teman2ku yang bukan penulis blog pergi travelling bersama … dilokasi wisata sbg seorang penulis aku misah sendirian kesana sini areanya utk cari info sebanyak mungkin,termasuk bikin foto2 lokasi … sementara teman2 yang lain sibuk berfoto2 rame di satu area.
    Hasilnya ?.
    Aku di cap orang introvert, aneh kelakuannya …
    Tapi aku cuek aja, meski sebenarnya kesel juga dibilang aneh … hehehe

  29. Fanny F Nila

    Salutlah ama semua blogger yg full time konsen di blog. Aku tau banget itu ga gampang. Hrs pinter2 mengolah kata, menulis semenarik mungkin, skreatif mungkin, pasang foto yg bagus, mempromosikannya di semua medsos endebrai endebrai.. 🙂

    Belum bisa sih aku kalo hrs fokus di sana :D. Mostingnya hrs teratur pula :p. Ini aja bisa mosting 2 minggu sekali udh bersyukur 😀

  30. ainun

    blogspot aku sampe sekarang masih login pake akun yahoo mbak, dulu kaget pas si blogger diambil alih google, gara2 lama ga ngeblog sampe lupa password. Untungnya masih bisa login sampe skrg.
    Kalau dulu awal ngeblog iya sama, aku dulu gara2 liat diana rikasari, jadi pengen juga, nyoba2 sok online shop pan pake blogspot (tp ga konsisten), trus bikin curhat ala2 biar berasa kayak diary online. Seiring waktu jadi punya maksud & tujuan dari nge-blog, content tulisan mulai diperbaiki lagi, kalo dulu cuma singkat padat udah gitu, ga jelas ending nulisnya dimana

  31. Nur Irawan

    Setidaknya personal blogger itu lebih orisinal mbak kontennya, meskipun belum dapat penghasilan dari blog itu sendiri, tapi kecintaan dalam dunia tulis tak membuat merasa dirugikan meskipun keluar biaya tiap tahunnya untuk self hosting dan sebagainya.
    yang penting ada kepuasan tersendiri saat ada pembaca yang mendapat manfaat dari tulisan yang kita publis

  32. antung apriana

    tantangan ngeblog secara profesional memang lebih berat kalau jadi bloger biasa aja. kalau dulu ngeblog sekadar berbagi cerita, sekarang harus jago motret, nulis ala karya ilmiah dan nyari referensi data juga. heu

  33. Nova

    Setuju banget mbak, kebanyakan orang masih berasumsi jadi personal blogger enak, tinggal curhat doang apa susahnya. Padahal curhatnya dikit, belajar sama eksplornya yang kudu banyak hehehe

  34. Jos

    Untuk seorang blogger, kena kita kekalkan personaliti kita. Jika itu bukan gaya anda, anda mungkin akan mencerminkan apa sahaja yang menarik minat anda. Tetapi ingat, apa sahaja yang ia ada, blog peribadi harus jujur dan individualistik.

Leave a Reply