Blog tidak tertarik untuk dibaca kenapa ?

Blog tidak tertarik untuk dibaca kenapa ?

Blog tidak tertarik untuk dibaca kenapa ? Sewaktu menemukan atau membaca blog orang lain, kita pasti pernah memiliki alasan tidak tertarik membaca blog yang pernah kalian kunjungi sebelumnya. Entah karena memang tidak ada hal yang penting di blog itu, atau memang kalian hanya sekedar stalker ? Saya juga pernah mengalami hal yang sama seperti itu. Merasa malas saat berkunjung ke blog yang kurang “sreg” buat diri kita sendiri.

Jauh sebelum memulai blogging, saya selalu menjadi pembaca setia beberapa blogger. Entah untuk menggali informasi, mencari inspirasi bahkan hanya sekadar melihat – lihat apa yang ada di dalam blog tersebut. Sekarang, ketika sedang asik berselencar mengunjungi beberapa blog, yang untuk mencari ide referensi tulisan, tiba – tiba jemari tangan langsung close tabs begitu saja tanpa ampun. Alasannya sederhana sekali, karena blognya tidak enak untuk dilihat secara visual.

Terlihat sadis bukan ? mungkin diluar sana banyak sekali orang – orang yang seperti saya, langsung close tabs begitu saja saat melihat blog yang tidak enak dilihat. Maklum saja. Bagi sebagian orang yang belum mengenal tentang optimasi blog, pasti belum tahu caranya untuk menarik pembaca di kesan pertama. Tapi setidaknya, belajar sedikit untuk merapikan blog agar enak dibaca tidak ada salahnya bukan ? meskipun blog tersebut hanya untuk sekadar curhat. Siapa tahu, sang mantan atau gebetan jadi stalker dadakan ke blog kita. Mereka bisa saja langsung menilai kepribadian kita saat melihat blog kita.

Kok bisa menilai kepribadian dari blognya ? emang ada ilmunya ? menilai seseorang dari blog memang tidak ada ilmunya sama sekali. Tapi, kalau melihat blog yang berantakannya minta ampun di awal kesan pertama, maka image yang sudah bagus kita bangun, tiba – tiba mendadak hilang. Jadi nggak interest sama sekali cuma gara – gara nggak tertarik sama blog kita.

Percaya nggak percaya sebenernya. Tapi, sebagian besar orang yang tidak paham dunia blogpun, kalau disuruh menilai kesan pertama, pasti akan senang menilai blog dengan susunan yang rapi. Tidak berantakan tampilannya.

Kalau ditanya, “Saya seorang ahli dalam blog ?” jawabannya adalah sama sekali bukan. Saya cuma sebagai penulis dan pengamat saja. Tujuan seorang personal blogger kan menyampaikan ilmu yang bermanfaat dan plusnya bisa membangun relasi.

Ditulisan ini saya mau menyampaikan beberapa hal yang sering orang lakukan saat tidak suka dengan kesan pertama website kita alias langsung close tabs dan meninggalkan website kita.

Baca juga : blogger profesional di era digital

blog
blog

pexel

Alasan tidak membaca blog kita :

  1. Loading lama

Ini sebenarnya hal yang paling utama dari semuanya. Seorang programmer, blogger dan beberapa pakar IT lainnya pasti mengatakan bahwa loading website itu kunci dari semuanya. Kok bisa ? sederhananya, jika loadingnya saja tidak bisa terakses dengan cepat di jaringan yang paling minim, orang akan segera menutup website kalian. Selain membuang kuota yang tidak murah di jaman sekarang ini, pembaca akan merasa buang – buang waktu hanya untuk menunggu loading website kalian secara menyeluruh untuk dibaca.

Masalah utama biasanya dari template yang bawaannya berat. Website yang baik seharusnya memiliki waktu tampil hanya 2-4 detik. Kalian bisa cek loading website Gtmetrix. Kalau hasilnya ternyata diatas waktu tersebut, sebaiknya pikir ulang untuk menggunakan template yang memberatkan.

Selanjutnya, bisa juga terjadi karena gambar yang dipasang terlalu besar ukurannya. Ukuran yang saya maksud adalah size image dalam bentuk Mb, Kb, Gb. Saran saya, entah kalian mengambil gambar menggunakan ponsel, kamera canggih atau mengambil dari penyedia layanan gambar gratis, sebaiknya sebelum di publish, di resize terlebih dahulu. Supaya loading blog juga maksimal.

  1. Iklan

Nggak asing lagi kalau kalian berselancar di dunia maya, pasti melihat banyak sekali website yang menampilkan halaman iklan mereka. Entah secara pop up, di sidebar kanan-kiri atau di antara tulisan. Saya sendiri memang tidak terlalu suka dengan website yang penayangannya selalu muncul iklannya.

Baru di klik sebentar untuk loading, tampilan iklan muncul lagi. bahkan ada saja tulisan informasi tertutup dengan iklan yang muncul. Lama kelamaan, orang akan bosan dengan websitekita.

Boleh saja kok kalian memsang iklan, seperti milik saya contohnya. Tapi, jangan terlalu berlebihan dalam memasangnya. Sayang kalau harus kehilangan beberapa pengunjung hanya gara – gara tidak suka tayangan iklan yang muncul setiap kali.

Baca juga : suka duka blogger jaman sekarang

  1. Isi tidak menarik

Ribuan website setiap harinya muncul dengan tulisan – tulisan yang baru, belum lagi dengan website yang baru saja muncul namun memiliki ide tulisan sangat menarik. Namun sayangnya, beberapa orang masih saja tidak fokus dengan isi tulisan yang akan di sampaikan di dalam websitenya. Sehingga tulisannya jadi terlihat membosankan. Padahal secara garis besar, inti yang disampaikan dalam website sangat bermanfaat.

Sebagai seorang personal blogger, sangat perlu sekali dalam hal dunia menulis untuk melatih tulisannya agar kalimat yang dihasilkan lebih bernyawa dan tidak membosankan. Percaya deh, orang yang bisa menyampaikan tulisannya dengan mengalir, akan lebih banyak pengunjungnya daripada tulisan yang terlalu formal. Kecuali jika tulisan kalian tentang jurnal ilmiah yang harus menerapkan bahasa baku.

blog
blog

pexel

  1. Sosial Media

Ini adalah kekuatan terakhir yang jangan pernah diremehkan oleh siapapun. Semakin kita aktif bersosial media dengan membagikan tulisan kita, semakin banyak kritikan dan masukan yang membangun isi website. Entah itu cepat atau lambat secara halus atau langsung dalam penyampaian kritikannya kepada kita. Nggak sepenuhnya tulisan kita luput dari kesalahan, meskipun seorang personal blogger yang sudah memiliki jam terbang yang tinggi. Contohnya seperti kesalahan sederhana, menulis huruf “typo”. Dan yang lebih penting, orang akan secara sukarela mengunjungi website, tanpa kita minta.

Tidak dipungkiri lagi, di jaman sekarang ini, orang akan lebih percaya membaca website melalui referensi. Referensi terbesar yang utama adalah sosial media. Jika kita tidak share atau memasang badge sosial media pada website kita, bagaimana orang tahu tentang tulisan kita ?