Mengobati tuberculosis dan pencegahannya

Mengobati tuberculosis dan pencegahannya

Mengobati tuberculosis dan pencegahannya kebetulan dialami oleh Kaila (10th) tetangga beda komplek, baru saja sembuh dari penyakit yang selama ini mengganggu kegiatannya. Apalagi kalau bukan penyakit anak pada umumnya, batuk disertai diare. Ibu Kaila sendiri, sering bercerita kalau anaknya, semakin lama mengalami penurunan dalam mengkonsumsi makanan. Padahal, Ibu Kaila sering sekali membuatkan makanan kesukaannya, mie goreng pizza.

Saya, yang lagi jenguk bersama ibu – ibu komplek lainnya, di sarankan kalau menjenguk harus menggunakan masker wajah. Sempat berfikir juga, mungkin akan besuknya di rumah sakit sampai harus memakai masker pada wajah. Tapi, setelah sampai di depan rumah Ibu Kaila, barulah terjawab semua teka – teki. Ibu Kaila bercerita di hadapan ibu – ibu komplek sembari menitikan air matanya. Serambi teras Ibu Kaila, menjadi saksi tumpahnya kesedihan Ibu Kaila bahwa anaknya, Kaila (10th), di diagnosa menderita penyakit tuberculosis.

Karena penjelasan dari Ibu Kaila masih kurang mewadai rasa penasaran tentang penyakit tuberculosis ini, kebetulan sekali, Kumpulan Emak – Emak Blogger memberikan info akan mengadakan acara “Kenali dan Obati TB Laten”, saya langsung ikutan begitu tahu ada infonya. Jujur, karena saya masih awam tentang penyakit tuberculosis, berharapnya, setelah mengikuti acara ini, pengetahuan saya bertambah.
Sabtu siang, saya ditemani Wisnu, yang akan sekalian jalan menuju kantornya, langsung saja menuju ke Penang Bistro, Oakwood, kawasan Mega Kuningan. Setelah melakukan registrasi di meja depan, saya duduk sembari menikmati coffe break dan mengobrol santai dengan para emak – emak blogger.
Setelah acara dibuka oleh pembawa acara, dr. Wahyuni Indawato, SpA(K) ahli respirologi anak memberikan penjelasan tentang penyakit tuberculosis.

 

dr. Wahyuni Indawato, SpA(K) mengobati tuberculosis

 

Awalnya, beliau menjelaskan tentang penyakit tuberculosis, yaitu penyakit infeksi, disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis, yang menyebar melalui udara. Kuman tersebut sering disebut dengan BTA (Basil Tahan Asam). Penyakit ini salah satu dalam golongan penyakit menular. Organ utama yang diserang adalah paru – paru. Namun, juga menyerang organ yang lainnya seperti kelenjar getah bening, usus dan tulang.
Negara yang paling tinggi terkena penyakit tuberculosis adalah negara Indonesia, India, Cina, Filiphina, Pakistan, Nigeria dan Afrika Selatan. Dari data WHO tahun 2017, Indonesia ditemukan kurang lebih 1.020.000 kasus tuberculosis. Selain angka yang cukup tinggi, kasus tuberculosis sendiri belum banyak terdeteksi karena minimnya pengetahuan masyarakat dan kesadaran akan bahayanya penularan tuberculosis.
Cara penularan tuberculosis ini sendiri ketika pasien tuberculosis dewasa mengalami batuk, bersin atau bicara maka akan menghembuskan bakteri tuberculosis di sekitar. Bila bakteri terhirup oleh anak – anak, maka akan terinfeksi. Namun, hanya anak yang memiliki daya tahan tubuh yang kuat yang mampu menangkal bakteri tuberculosis.
Anak – anak yang terinfeksi bakteri tuberculosis dapat menyebabkan dua kondisi yaitu tuberculosis Laten dan Penyakit tuberculosis.
a.    Tuberculosis Laten
-bakteri Mycobacterium tuberculosis berada pada tubuh anak, namun tidak berkembang biak dan tidak aktif menyerang karena anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik.
-tidak menunjukan gejala dan tidak merasakan sakit
-cara mengetahuinya dengan tes kulit (skin test) atau pemeriksaan darah
-tidak menular
b.    Penyakit tuberculosis
-bakteri Mycobacterium tuberculosis berada pada tubuh anak, namun berkembang biak dan tidak aktif menyerang karena anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang tidak baik (daya tahan tubuh kurang).
-menunjukan gejala tertentu tapi tidak khas tapi perlu di perhatikan
-tidak selalu menularkan, kecuali anak menderita tuberculosis BTA (Bakteri Tahan Asam) positif / tuberculosistipe dewasa.
tuberculosistipe dewasa : tuberculosis pada anak, gambarannya menyerupai pada dewasa dan ditemukan pada dahaknya.
Gejala tuberculosispada anak yang seringnya terjadi :
a.       Berat badan turun tanpa sebab atau tidak naik signifikan dalam 1 bulan setelah diberikan asupan gizi
b.       Demam lebih dari 2 minggu secara berulang tanpa sebab. Suhu tubuh demam umumnya tidak tinggi.
c.       Batuk lebih dari 3 minggu, tidak pernah reda dan insensitasnya semakin lama semakin parah
d.       Nafsu makan berkurang
e.       </s pan>Badan anak lesu
f.        Diare terus menerus lebih dari 2 minggu yang tidak sembuh dengan obat dasar diare
Pencegahannya :
a.       Memberikan vaksin BCG (Bacille Calmette-Guerin)
b.       Memberikan makanan yang bergizi dan seimbang
c.       Menjaga lingkungan bersih, tidak lembab dan cukup sinar matahari
d.       Jauhi anak dari kontak pasien tuberculosis

Cara mengobati tuberculosis :

  • Terapi tuberculosis diberikan kepada anak yang sakit tuberculosis

  • Profilaksis (Pengobatan Pencegahan) diberikan kepada anak yang kontak erat dengan pasien tuberculosismenular atau anak yang terinfeksi tuberculosistanpa rasa sakit.

Cara pengobatannya mengobati tuberculosis :
a.       Pengobatan dengan kombinasi obat 3-4 jenis obat tuberculosis
b.       Pengobatan tuberculosis membutuhkan waktu 6-12 bulan, tergantung tingkat infeksi bakteri
dr. Arya Wibotomo Sanofi mengobati tuberculosis


Kemudian, penjelasan dilanjutkan dr. Arya Wibotomo dari Sanofi. Beliau mengatakan bahwa pentingnya memutuskan rantai penularan serta pencegahan dan cara pengobatan.untuk pengobatan sendiri, tidak boleh menggunakan sembarang obat, harus menggunakan obat – obatan yang memang sudah mengantongi ijin resmi dari Badan POM dan standart Pemerintah tentunya.

Dalam menyebarkan atau mengedukasi orang awam tentang tuberculosis itu sendiri, harus menyampaikan secara sederhana, agar masyarakat awam yang belum tahu tentang tuberculosis dapat mengerti, paham dan tidak ada terjadinya missing dalam penyampaiannya.

Sekarang saya jadi semakin paham tentang mengobati tuberculosis ini. Selepas dari acara ini, grup chat tetangga komplek pun rame setelah saya membahas penyakit yang mengenai Kaila. Semangat sekali saat saya memberikan info pengetahuan ini kepada ibu – ibu komplek, walaupun via grup chat. Perlahan namun pasti, ibu – ibu komplek akhirnya mengerti apa penyakit tuberculosis itu. Meskipun sebelumnya banyak yang menjudgebahwa penyakit tuberculosis yang di derita Kaila, sangat berbahaya dan perlu dihindari karena akan menular pada orang dewasa. Nyatanya, tidak demikian.

Baca juga :rokok dan puasa

mengobati tuberculosis